Wednesday, December 21, 2011

Sejarah JAGO-JAGO BELADIRI LEGENDARIS DUNIA & Pendekar Kungfu Terhebat

Kungfu adalah ilmu bela diri dari Tiongkok. Akan tetapi, arti kata kungfu yang sebenarnya memiliki makna luas, yakni sesuatu yang didapat dalam waktu yang lama dan dengan ketekunan yang sungguh-sungguh.
Kungfu mempunyai sejarah dan tradisi ilmu bela diri yang sangat panjang, ketat, teruji dan efektif sejak 5000 tahun yang lalu bersamaan dengan munculnya aliran kepercayaan Dao (Taoisme) yang kelak akan berkembang menjadi agama khusus. Pada tahun 2500-an, mulai bermunculan berbagai aliran Kungfu yang melegenda hingga kini, dimulai dari Kuil Shaolin (Siaw Liem Sie), Wudang (Butong), Omei (Emei-Gobi), Kun Lun, Huasan, Thian San, Khongtong dan lain-lain. Secara umum, terdapat 100 lebih aliran Kungfu dan ribuan jurus serta berbagai jenis ilmu yang unik dan aneh, mulai dari yang paling keras dan ganas (external arts) hingga ilmu yang paling lembut dan ringan seperti kapas .

Bodhidharma

Beliau adalah pendeta spiritual Zen Budha dari India yang bertapa 9 tahun di Kuil Shaolin dan Pencipta berbagai jenis ilmu legendaris seperti : Ilmu Perubahan Urat & Otot (Yi Jin Jing/I Chin Ching), 9 Matahari (Kiu Yang Cin Keng), 5 Jurus Hewan, Jari Zen, dll. Namun sayangnya, beberapa diantara ilmu tersebut sudah lenyap. Konon pada saat menyebrang lautan hingga ke Tiongkok, Beliau hanya berdiri diatas sebatang dahan kecil dan gua tempat pertapaan Bodhidharma meninggalkan bayangan lekuk tubuhnya pada saat bermeditasi di tembok gua hingga kini. Selama bermeditasi 9 tahun di gua tersebut, Bodhidharma mampu mendengar pembicaraan berbagai jenis mahluk hidup seperti semut misalnya.

Thio Sam Hong

Di masa mudanya, Thio Sam Hong adalah murid yang sangat berbakat di Kuil Shaolin. Karena diberlakukan semena-mena oleh para senior, Beliau keluar dari Kuil Shaolin dan belajar mengembangkan Kungfu sendiri dengan memperhatikan berbagai fenomena alam seperti terpaan angin keras terhadap pohon bambu, pertarungan bangau dan ular, kokohnya pertahanan belalang sembah dari terpaan angin dan lain-lain. Setelah mengerti & memahami Intisari Alam Semesta, Thio Sam Hong muda menyepi di gunung Hua San untuk menyempurnakan ilmu-ilmunya. Pada saat Beliau turun gunung, Beliau menjelajahi seluruh Tiongkok dan mengadu ilmunya dengan para Ahli Bela Diri dan/atau Pendekar semua aliran.
Berdasarkan literatur kuno, tercatat 2 pertarungan yang sangat terkenal, yakni pertama adalah pertarungan antara Thio Sam Hong dengan Pegulat Nomor 1 (Satu) Mongol yang sangat besar, kuat dan agresif. Belakangan diketahui pula bahwa Pegulat tersebut juga sangat ahli dalam berbagai aliran Kungfu Tiongkok. Pegulat Mongol tersebut konon mengalahkan banyak petarung Kuil Shaolin dan sejumlah Pendekar aliran keras lainnya. Pertarungan antara Thio Sam Hong dengan Pegulat Mongol tersebut dimenangkan oleh Thio Sam Hong dengan ilmu barunya, Tai Chi! Pertarungan kedua adalah seorang diri Thio Sam Hong mengalahkan lebih dari 100 orang gangster di sarang penyamun hanya dengan tangan kosong! Semenjak itu, Thio Sam Hong diakui oleh seluruh kalangan persilatan menjadi Pendekar Tanpa Tanding pada saat itu. Setelah merasa cukup dalam perantauanya, Beliau naik ke gunung Wudang (Butong) dan mendirikan Perguruan Wudang dengan basis utama pengajaran : Taoisme. Thio Sam Hong sendiri diyakini merupakan Pencipta Ilmu Tai Chi pertama dan sangat Ahli dalam Ilmu Tao Yin (Nei Kung). Konon Thio Sam Hong hidup di 3 (tiga) jaman (Immortal Taoist)dinasti,yakni
Dinasti Sung, Dinasti Yuan (Monggol) dan Dinasti Ming (Han).

Spoiler for TAMBAHAN
(Berdasarkan pengakuan Chin Yung sendiri beliau memang mereka-reka tokoh Chen Sang Feng berasal dari Sholin berdasarkan pada banyaknya nama Chen Sang Feng dalam sejarah TMA Cina salah satunya berasal dari Sholin dan yang lainnya memang asli pendekar Taiji, tetapi jaman mereka jauh berbeda gan. Tambahan lagi Chen Sang Feng si ahli taiji terkenal dari gunung wutang juga generasi kesekian dari taiji aliran sebelumnya, jadi beliau tidak bisa dikatakan sebagai pencipta Taiji. Hanya saja sumbangsih beliau dalam Taiji adalah penulisan naskah tentang taiji, salah satunya ada dalam klasik berikut ini;

太極拳經 - 張三丰 Taijiquan Jing - Zhang Sanfeng
(terjemahan oleh Batik Guy - copyright@2011)

一舉動周身俱耍輕靈,尤須貫串,氣宜鼓盪,神宜內斂;無使有缺陷處,無使有凹凸處,無使有斷續 處。
Ketika bergerak, seluruh badan harus ringan dan lincah, dan harus tersambung, Qi harus bergetar, Shen harus dihimpun di dalam; tidak boleh sekalipun ada cacat, tidak boleh sekalipun ada cekungan atau tonjolan, tidak boleh sekalipun ada putus-sambung.

其根在腳,發於腿,主宰於腰,行於手指,由腳而腿而腰,總須完整一氣,向前退後,乃能得機得勢 。
Akarnya dari kaki, dikembangkan di tungkai, dikontrol oleh pinggang, bergerak menuju jari tangan. Dari kaki ke tungkai sampai pinggang, harus selalu dalam satu kesatuan dan satu Qi, menghadap ke depan ataupun mundur ke belakang, baru memungkinkan untuk mendapat kesempatan dan posisi.

有不得機得勢處,身便散亂,其病必於腰腿求之,上下前後左右皆然。凡此皆是意,不在外面,有上 即有下,有前 則有後,有左則有右。
Apabila tidak mendapatkan kesempatan dan posisi, badan akan jadi berantakan, penyakit ini harus dicari obatnya dari pinggang dan tungkai, atas bawah-depan belakang-kiri kanan semuanya sama. Ini semua dilakukan pada intent, bukan pada bentuk luar, ada atas maka ada bawah, ada depan maka ada belakang, ada kiri maka ada kanan.

如意要向上,即寓下意,若將物掀起而加以挫之之力。斯其根自斷,乃攘/壞之速而無疑。
Misalnya ketika berniat ke atas, maka harus ada intent ke bawah, rasanya seperti memerintahkan sesuatu substansi untuk bangkit tapi sepertinya salah sehingga seperti frustasi. Sehingga akarnya dia (lawan) putus sendiri, dan menyebabkan lawan rusak dengan cepat dan pasti.

虛實宜分清楚,一處有一處虛實,處處總此一虛實,周身節節貫串,無令絲毫間斷耳。
Kosong-isi harus terpisah dengan jelas, satu titik memiliki kosong-isi di dalamnya (dimana ada kosong di situ juga ada isi), setiap tempat harus selalu ada kosong isinya, setiap sendi di seluruh badan harus terintegrasi, tanpa sedikitpun ruang untuk patah.

長拳者,如長江大海,滔滔不絕也。掤、履、擠、按、採、挒、肘、靠,此八卦也。進步、退步、左 顧、右盼、中 定,此五行也。掤、履、擠、按,即乾、坤、坎、離、四正方也。採、挒、肘、靠,即巽、震、兌、 艮、四斜角也 。進退盼顧定,即金木水火土也,合之則為十三勢也。
Changquan adalah, seperti sungai Yang Tse (Changjiang) atau laut lepas, terus menerus tanpa putus. Peng Lu Ji An Cai Lie Zhou Kao adalah Bagua. Jinbu, Tuibu, Zuogu, Youpan, Zhongding adalah Wuxing (5 unsur). Peng Lu Ji An adalah Qian Kun Kan Li, empat arah utama. Cai Lie Zhou Kao adalah Xun Zhen Dui Gen, empat sudut miring. Jin Tui Gu Pan Ding adalah Jin Mu Shui Huo Tu, digabung menjadi Shisanshi (13 posisi).

原註云:此係武當山張三丰祖師遺論。欲天下豪傑延年益壽,不徒作技藝之末也。
Catatan asli: Ini adalah catatan peninggalan Zhang Sanfeng dari Wudang. Dengan harapan agar semua ksatria di kolong langit berumur panjang, bukan cuma menjadi model seni beladiri saja)


Yue Fei

Beliau adalah Jenderal Patriot yang terkenal dari Dinasti Sung (960-1279) dan hingga akhir hayatnya tetap setia membela negara walaupun difitnah dan dihukum mati oleh penguasa lalim. Jenderal Yue Fei adalah pencipta Kungfu Internal dan eksternal, yakni : Hsing - I (Xing Yi) dan Eng Jiaw (Cakar Elang). Selain ahli dalam pertarungan tangan kosong, Jenderal Yue Fei juga ahli dalam 18 senjata Shaolin khususnya tombak tunggal. Konon ilmu tombaknya setara dengan ilmu tombak Keluarga Yang. (Ilmu tombak Keluarga Yang merupakan ilmu silat keluarga turun temurun yang sangat khas dan tinggi serta hanya sedikit Ahli/Pendekar yang mampu menandingi ilmu mereka pada jamannya)
Berdasarkan catatan kuno, diketahui bahwa ilmu tombak tingkat tinggi Keluarga Yang mempunyai sejumlah keistimewaan, yakni : Ilmu Tombak Melekat/Berpilin dan Ilmu Tombak (Toya) Naga Perkasa yang mampu melumpuhkan/membunuh lawan tanpa menyentuh fisik. Catatan : Keluarga Yang merupakan patriot sejati Dinasti Sung yang tetap setia hingga akhir kejatuhan Dinasti Sung oleh Monggol). Kungfu Hsing I sendiri sempat lenyap dari dunia persilatan pasca meninggalnya Jenderal Yue Fei hingga sampai ditemukan kembali Kitab Kungfu Hsing I peninggalan Jenderal Yue Fei menjelang akhir Dinasti Ming oleh Ji Long Feng (Ji Jike). Kemudian Ji Long Feng menurunkan Kungfu Hsing I ke Keluarga Ma, Cao Ji Wu dan lain-lain hingga akhirnya muncul Kuo Yun Shen dan Sun Lutang sebagai ahli-ahli Kungfu Hsing I yang luar biasa.


Lima Leluhur Shaolin

Pasca pembakaran Kuil Shaolin dalam pertempuran kedua antara para pendeta Kuil Shaolin dengan 50.000 Tentara Qing bersenjata lengkap dan modern yang dibantu para Lhama Tibet dan Praktisi Pak Mei (White Eyebrow). Kelima leluhur tersebut adalah :
a) Choi Tak-Chung (蔡德忠)
b) Fong Tai-Hung (方大洪)
c) Ma Chiu-Hing (馬超興)
d) Wu Tak-Tai (胡德帝)
e) Lee Sik-Hoi (李式開)
Berdasarkan literatur lama, disebutkan bahwa Kuil Shaolin hancur total dan terbakar selama 40 hari 40 malam dalam serangan tersebut. Seluruh catatan kuno ribuan tahun termasuk sejumlah ilmu Kungfu legendaris dan senjata pusaka hilang atau habis terbakar.
Dari ribuan pendeta dan non pendeta Shaolin, hanya 5 orang yang lolos dari serangan tersebut dan kemudian mereka menyebar keseluruh Tiongkok sembari menyebarkan Shaolin Kungfu serta perlawanan anti Dinasti Qing. Kehancuran Kuil Shaolin diakibatkan oleh adanya pengkhianatan oknum Shaolin yang ternyata adalah antek-antek Dinasti Qing yang menyusup dan menabur racun diberbagai titik sumber air dan makanan para Bhiksu. Pada saat serangan kedua tersebut, kondisi fisik yang keracunan telah menyebabkan hilangnya kemampuan bertarung para Bhiksu dan Non Bhiksu Shaolin. Dalam pertarungan pertama, para Petarung Kuil Shaolin berhasil mengusir puluhan ribuan tentara Dinasti Qing yang bersenjata lengkap. Kegagalan dalam serangan pertama tersebut, membuat Kaisar Qing di puncak kemarahan. Sang Kaisar mengumpulkan tentara-tentara terbaik dari setiap legiun dan merekrut seluruh ahli bela diri Kungfu (termasuk para Lhama Tibet dan Praktisi Pak Mei) yang loyal kepada Dinasti Qing untuk bersama-sama menyerbu Kuil Shaolin serta menpersiapkan strategi penyusupan/perusakan dari dalam Kuil Shaolin. Dikemudian hari, 5 Leluhur Shaolin ini identik pula dengan 5 Tokoh Utama yang terkenal, yakni :
a) Hung Hei-Koon 洪熙官 Hóng Xīguān/Hung Hei Gun
Pencipta Kungfu Hung Gar Hung Hei Koon adalah murid utama dari Bhiksu Gee Sin Sim See. Beliau terkenal sebagai Ahli Gung Gee Fok Fu Kuen (Siu Lum Fook Fu Kuen) dan Cakar Harimau Sejati. Jurus cakar harimaunya terkenal sangat ganas dan bertenaga. Kebanyakan korban keganasan jurus Hung Hei Koon adalah para tentara Qing dan antek-antek Manchu.
b) Lau Sam-Ngan 劉三眼 Liú Sānyǎn/Lau Sam Ngan
Pencipta Kungfu Lau Gar Beliau dikenal dengan julukan “Lau si 3 Mata”
c) Choi Kau-Yee 蔡九儀 Cài Jiǔyí/Choy Gau Yi
Pencipta Kungfu Choi Gar
d) Lee Yau-San 李友山 Lǐ Yǒushān/Li Yau San
Pencipta Kungfu Lei Gar. Beliau adalah Guru dari Chan Heung, Pencipta Kungfu Choi Lei Fut
e) Mok Ching-Kiu 莫清矯 Mò Qīngjiǎo/Mok Ching Giu
Pencipta Kungfu Mok Gar

Wong Fei Hung

Beliau adalah Ahli Kungfu, Pendiri Rumah Obat Pho Chi Lam dan sekaligus Shinshe Akunpuntur yang sangat terkenal dengan berbagai jenis ilmu Kungfu seperti : Ilmu Pasangan Harimau dan Bangau, Tendangan Tanpa Bayangan, Toan Ta, Toya 8 Diagram dan lain-lain. Murid-murid Beliau yang sangat terkenal antara lain : Lam Sai Wing, Leung Fong, Tang Fung dan Lin Wan Gai.
Wong Fei Hung merupakan anak dari Wong Kei Ying, salah satu Pesilat terkenal dari “10 Harimau Kanton”. Pada masa hidupnya, Wong Fei Hung terkenal dengan berbagai pertarungan baik dengan para pesilat lokal maupun petarung asing demi mempertahankan “China’s Pride” yang pada saat itu jatuh hingga ke titik terendah. 2 (Dua) pertarungan yang sangat terkenal adalah pada saat Wong menjatuhkan lebih dari 50 orang pesilat gangster/bajak laut di pelabuhan hanya dengan sebatang toya dan pertarungan kedua adalah pada saat Beliau bersama dengan Liu Yong Fu berperang langsung dengan tentara Jepang di Taiwan. Beliau sendiri merupakan murid langsung dari Pengemis Sakti So (Beggar So), Lam Fuk Sing dan ayahnya sendiri yang notabene adalah anak dari Wong Tai, murid langsung Luk Ah Choi, Ahli Kungfu Hung Gar dan sekaligus murid langsung dari pendeta Shaolin terkenal : Gee Sin Sim See, Li Bak Fu dan Hung Hei Koon.

Lie Syo Bun

Li Shu Wen 李書文 (1864 – 1934) (di komik kenji, disebut Lie Syo Bun)
adalah salah seorang legenda dalam dunia bela diri China, ahli dalam Ba Ji Chuan (八极拳) atau Kungfu 8 Mata Angin (Hakkyokuken).
Li Shu Wen dilahirkan di desa Zhang Sha, dia adalah penduduk asli kabupaten Cang propinsi Hebei yang terkenal sebagai tanah kelahiran aliran Kung Fu yang terkenal di penjuru RRC baik secara geografis maupun sejarah.

Pada masa kanak-kanak, Li Shu Wen dijual ke sekelompok opera (semacam ketoprak China) untuk belajar menjadi Wu Sheng (karakter pendekar lelaki dalam opera China) karena kemiskinan. Kakinya sempat cidera dan karena hal ini dia dipulangkan. Tersebutlah seorang Jin Dian Sheng yang selain seorang guru Ba Ji Quan, juga merupakan ahli pengobatan, maka Li berguru padanya.
Hingga akhir hayatnya, dia membenci orang yang sering siul-siul lagu lagu dair opera China. Bahkan murid-muridnya tidak berani bernyanyi atau bersiul lagu-lagu dari opera bila dia ada, karena mereka pasti akan dihukumnya. Walau begitu, kalau moodnya lagi bagus, dia akan memperagakan keahlian Wu Shengnya seperti berakrobat menggunakan kursi dan lainnya.
Derita di masa kecilnya ini akan mempengaruhi karakternya di masa dewasanya sekaligus membentuk karakter yang sangat khas bagi pembentukan ilmu Ba Ji quannya.
Li pertama kali mempelajari beladiri dari Jian Dian Sheng (1785 – ???) dari desa Meng. Kemudian dia mengembara ke desa Luo dan belajar dari Huang Si Hai disana.
kata-kata yang bagus dari buku Kenji Goh neh gan “Jangan takut kepada orang yang mempunyai banyak jurus, tetapi waspadalah kepada orang yang mempelajari satu jurus dan melatihnya terus menerus”

Yip Man

Ip Man (Yip Man) adalah seorang legendaries kungfu yang beraliran Wing Chun. Dia telah mempelajari Wing Chun sejak umur 13 tahun. Menurut Wikipedia, Yip Man adalah Master Kungfu (Sifu) pertama yang mengajari Wing Chun secara terbuka untuk umum.Yip Man lahir di Foshan tahun 1893 dari keluarga pedagang yang kaya, di umurnya yang ke-13 Yip belajar Wing Chun dari Chan Wah-Shun dan di teruskan oleh Ng Chung-sok sesuai pesan Chan sebelum meninggal.Umur 16, Yip meneruskan studinya di St. Stephen’s College, Hongkong, dimana sekolah tersebut diperuntukan orang-orang kaya dan orang asing di Hongkong.
Di sekolah ini Yip mulai dikenal sejak mengalahkan murip senior dengan beberapa gerakan kecil saja. Di umurnya ke-24 Yip kembali ke Foshan, dengan ilmu Wing Chunnya yang maju pesat, Yip tidak mendirikan sekolah ataupun perguruan disana, hanya mengajarkan kepada beberapa murid dan relasinya saja. Di masa kependudukan Jepang di China, Yip selalu menolak semua ajakan pemerintah Jepang agar Yip mau mengajari pasukan jepang bela diri.

Yip lalu kembali ke Hongkong dan mendirikan sebuah perguruan bela diri, Hampir semua bekas murid Yip menjadi orang terkenal, berhasil mendirikan perguruannya sendiri, menjadi pengatur bela diri dalam sebuah film atau bahkan bintang laganya sendiri, dan yang paling terkenal dari murid-murid Yip adalah Lee Xiao Long atau Bruce Lee.

Huo Yen Chia

Huo Yanjia lahir di Tianjing, 1868 pada masa akhir dinasti Qing. Meskipun lahir dari keluarga tradisional Wushu, Huo Yuanjia lahir lemah dan rentan terhadap penyakit (pada usia dini dia menderita penyakit kuning dan asma), karena ini ayahnya menolak mengajarkan tradisional wushu kepada Huo. Namun begitu Huo mengamati diam-diam ayahnya ketika mengajari murid-muridnya berlatih bela diri dan mempraktekannya sendiri pada malam harinya.
Di tahun 1890, keluarganya di kunjungi oleh seorang petarung dari Henan dan menjajal saudara tertua dari Huo YanJia, dimana kakak tertua Huo dikalahkan oleh petarung ini. Secara mengejutkan Huo menantang petarung tersebut dan berhasil mengalahkannya. Sejak itulah Huo di angkat murid oleh ayahnya. Setelah peristiwa itu, Huo banyak mendapat banyak tantangan dari daerah-daerah tetangganya dan berhasil mengalahkan setiap tantangan, nama Huo semakin terkenal. Nama Huo terus semakin terkenal setelah dia juga mengalahkan seorang kepala bandit yang menyerah kelompok biksu.

Choi Hong Hi

Choi Hong Hi lahir pada 9 November 1918 di Hwa Dae,Myong Chun,Korea.
Sejak kecil ia mempelajari berbagai seni beladiri tradisional Korea, salah satunya Taekyon.Saat remaja ia bersekolah ke Jepang dan mempelajari Karate Shotokan di Dojo-nya Gichin Funakoshi hingga menyandang sabuk hitam DAN II.

Kembali ke Korea, Choi Hong Hi berkarir di militer. Karirnya terus melesat hingga berpangkat Mayor Jenderal. Atas kegemarannya pada seni beladiri Choi Hong Hi meramu teknik-teknik beladiri yang dikuasainya, termasuk karate shotokan hingga terciptalah beladiri yang dinamakannya Oh Dok Kwan. Sejumlah rekan menjadi murid pertama Choi.
Pada 1955 atau dua tahun pasca perang Korea Selatan dan Utara, lahirlah beladiri baru Tang So Do yang kemudian berganti menjadi Taekwondo (secara harfiah; jalan/seni tangan dan kaki).Choi kemudian pindah ke Kanada dan mendirikan ITF sebagai wadah taekwondo-in disana,sementara di dalam negeri pemerintah korea mendirikan WTF sebagai wadah resmi taekwondo-in bentukan pemerintah.Walaupun begitu kedua organisasi ini tetap menjalin kerjasama dalam perkembangan taekwondo kini.


Keluarga Chen, Chen Fa Ke
 
salah satu penerus Tai Chi aliran Chen yang sangat terkenal pada masa hidupnya karena tidak ada satupun lawan yang dapat mengalahkannya. Banyak Ahli Bela Diri baik aliran keras maupun lembut serta berbagai aliran Bela Diri lain yang mengakui bahwa Chen Fa Ke adalah Pesilat Tak Terkalahkan pada jamannya.

Keluarga Yang, Yang Lu Chan (Yang Fu Kui).

Beliau adalah Pendiri Tai Chi aliran Yang. Pada masa hidupnya, Beliau juga terkenal sebagai Pendekar dengan julukan "Yang Wu Di = Yang Tak Terkalahkan". Keturunan Beliau dan penerusnya yang sangat terkenal antara lain : Yang Chien Hou, Yang Shao Hao, Yang Cheng Fu & Chen Man Ching. Ilmu Tai Chi Yang Lu Chan sendiri terkenal dengan sejumlah julukan, yakni Mien Quan (Cotton Fist)dan Hua Quan (Neutralising Fist).

Kuo Yun Shen (Guo Yun Shen/Yu Sheng)

terkenal dengan ilmu silatnya dan Nei Kung yang sangat tinggi. Beliau adalah ahli Kungfu Hsing - I (Xing Yi). Kuo Yun Shen dijuluki "Ban Bu Peng Kuo" karena terkenal dengan penguasaan ilmu Peng Quan ("Crushing Fist") yang sempurna, salah satu ilmu dari 5 Elemen Hsing I). Konon Ilmu Tapak Kapasnya mampu merontokkan tubuh lawan cukup hanya dengan menyentuhnya. Kuo Yun Shen pernah menepuk 10 batubata dengan lembut dan semuanya hancur terburai. Beliau sendiri adalah murid terbaik dari Master Li Luoneng dan tidak pernah terkalahkan oleh siapapun pada jamannya. Hanya satu orang yang dapat mengimbangi Master Kuo Yun Shen, yakni Tung Hai Chuan dalam pertarungan sengit selama 3 hari 3 malam yang berakhir seri dan akhirnya mereka menjadi sahabat baik yang saling bertukar ilmu Kungfu.

Sun Lutang (Sun Fu Quan)

Beliau adalah Pencipta Tai Chi aliran Sun dan terkenal sebagai Ahli Hsing I dan Bagua. Beliau merupakan murid dari berbagai Ahli Kungfu seperti Bhiksu Wu, Kuo Yun Shen, Li Kui Yuan, Cheng Ting Hua (Ahli Baguazhang), Hao Wei Chen (Ahli Wu Yu Xiang Tai Chi) dan lain-lain. Julukan Beliau adalah : "Pendekar Kepala Harimau" dan "Lebih Pintar daripada Monyet Aktif"


Sokaku Takeda

Sokaku Takeda mempelajari AIKIJUTSU dari Saigo Tanomo , seorang pemimpin keluarga Takeda yang merupakan pewaris terakhir ilmu rahasia Oshikiuchi. Dalam suatu huru – hara nasional Jepang keluarga Takeda sebagai pengikut setia Tokugawa diserang dan hanya sebagian yang lolos dari maut . Sokaku Takeda termasuk diantara yang selamat. dari maut.

Kemudian sebagai pewaris ilmu rahasia keluarga Sokaku Takeda banyak melakukan perjalanan dari suatu kota – ke kota lainnya sambil menyebarkan ilmunya Aikijutsu kepada orang yang ia pilih. Tidak sembarang orang dapat menjadi muridnya. Selama masa perjalanan dan pengajaran ilmu rahasia tersebut Sokaku Takeda menjadi sangat terkenal ke seluruh Jepang dan menjadi legenda tersendiri.
Sokaku meninggal pada 25,april 1953 saat berusia 83 tahun di prefektur aomori Hokkaido
Yasutsune “Ankoh” Itosu

Yasutsune “Ankoh” Itosu lahir di Shuri -no Tobaru pada tahun 1830. Ia adalah salah seorang yang mencapai usia lanjut, 85 tahun dan berhasil menjadi ‘meijin’ atau orang sakti mandraguna yang begitu didambakan oleh setiap karateka. Berbagai kisah keperkasaan Itosu tersimpan di memori para murid, rekan, maupun lawan yang pernah berjumpa dengannya. Kemampuannya menahan, atau tepatnya menangkis sabetan samurai dalam suatu pertarungan masih menjadi misteri hingga kini. Di penghujung hayatnya Itosu tetap gesit dan tangguh bila memainkan karatenya. Memang hanya tenaga fisiknya saja yang berkurang karena dimakan usia, namun kesaktiannya tetap saja tidak tertandingi.


Bruce Lee (Lee Jun Fan/Lee Siau Lung).

Praktisi Wing Chun dan Pendiri Jeet Kune Do (Intercepting Fist). Beliau adalah aktor sekaligus seniman bela diri yang berangkat dari hobi perkelahian jalanan bahkan dengan anggota2 geng mafia. Pada masa hidupnya, Beliau terkenal dengan sejumlah pertarungan nyata dengan berbagai praktisi bela diri baik pada masa syuting film maupun hari-hari yang telah ditentukan. Berikut adalah daftar sejumlah pertarungan Bruce Lee yang tercatat : a) Pada tahun 1958, Bruce Lee mengalahkan Juara Boxer Inggris 3x, Gary Elms di ronde ketiga dengan KO dalam kejuaran Hongkong Inter School Amateur Boxing Championship b) Sebelum berhadapan dengan Gary Elms, Bruce Lee mengalahkan Shen Yuen, Lieh Lo dan Yang Huang semuanya di ronde pertama dengan KO c) Bruce Lee mengalahkan Pu Chung, Ahli Kungfu Choy Li Fut dengan KO di ronde pertama dalam pertarungan Full Contact Body. Sponsor pertarungan tersebut adalah Wong Sheung Leung d) Selama tahun 1959-1960, Bruce Lee terlibat banyak pertarungan di jalanan dan rata-rata korbannya KO atau cacat, sehingga pihak Kepolisian menjadi sibuk akibat hobi Beliau e) Pada tahun 1962, Bruce Lee mengalahkan Uechi juara Karate Sabuk Hitam dengan KO 11 detik di Seattle. Taki Kimura justru menghitung KO tersebut dalam waktu 10 detik! f) Pada saat syting film The Big Boss di Thailand, Bruce menjawab tantangan dari para Muai Thay dengan meng-KO wakil mereka hanya dalam hitungan detik g) Pada saat syuting film Enter The Dragon, Bruce juga menjawab tantangan seorang Karateka Ban Hitam dengan meng-KOnya dalam hitungan detik h) Dalam beberapa kesempatan, Bruce menjawab tantangan dari berbagai ahli bela diri baik dengan menggunakan tangan kosong maupun senjata, namun semua lawannya rata-rata mengalami nasib KO atau tidak dapat melanjutkan pertarungan. Pada umumnya pertarungan tersebut disaksikan banyak orang atau ahli-ahli bela diri lainnya i) Pertarungan yang terlama dan cukup menguras energi Bruce Lee adalah pada saat Beliau berhadapan dengan Wong Jack Man, ahli Xing Yi, Kungfu Shaolin Selatan dan Tai Chi. Konon Wong Jack Man adalah petarung Kungfu dari Chin Woo School. 
Pertarungan selesai dalam waktu 20-25 menit dengan kemenangan Bruce Lee. Di lain kesempatan, Wong Jack Man mengajukan tantangan kembali namun Bruce Lee tidak pernah menanggapi. Belajar dari pertarungan tersebut, Bruce mengintegrasikan seluruh kemampuan dan ilmu bela dirinya dan akhirnya menciptakan aliran bela diri baru, yakni : Jeet Kune Do

Quote:

ini satu gan, salah satu master beladiri yang merupakan penemu aliran Gōjū-ryū (剛柔流) cikal bakal aliran Kyokushin dan Kushin-Ryu (KKI kalo di Indonesia)


Chōjun Miyagi (宮城 長順, Miyagi Chōjun, April 25, 1888—October 8, 1953)

Dilahirkan di Higashimachi, Naha, Okinawa pada tanggal 25 April, 1888.
Anak angkat dari seorang pengusaha kaya.

Miyagi mulai belajar Budō (seni beladiri jepang) pada usia 12.
Dia pertama kali belajar Budō dari Ryuko Aragaki pada tahun 1900.
Ryuko Aragaki memperkenalkan Miyagi muda untuk dasar-dasar dan fundamental Budō. Ryuko Aragaki khusus mengajarkan Junbi-undo, Hojo-undo, kihon Waza, dll.

Setelah periode pelatihan dua tahun Ryuko Aragaki memperkenalkan Miyagi muda kepada Kanryo Higashionna. Di bawah bimbingan Guru ini, Miyagi menjalani pelatihan pembelajaran sistem yang sangat lama dan kompleks dari Naha-te (beladiri dari daerah Naha, Okinawa)

Setelah kematian Guru Kanryo Higashionna, Miyagi melakukan perjalanan ke Propinsi Fukien di Cina mengikuti jejak gurunya terdahulu (Kanryo Higashionna).
Di Cina ia mempelajari ilmu beladiri Shaolin dan Pa Kua (beladiri tinju Cina). Dari pencampuran berbagai ilmu beladiri ini, aliran beladiri baru muncul.
Namun, baru pada tahun 1929 Chojun Miyagi menamai aliran ini dengan nama Gōjū-ryū, yang berarti aliran keras-lembut 

Setelah beberapa tahun di Cina, Chojun Miyagi kembali ke Naha di mana ia membuka dojo (sekolah pelatihan) dan mengajar selama bertahun-tahun.
Reputasi Chōjun Miyagi sebagai ahli karate sangat tenar, bahkan Kanō Jigorō, pendiri judo, datang ke Okinawa untuk belajar jurus karate tertentu padanya.
Prestasi terbesarnya terletak pada popularisasi dan organisasi pengajaran metode-metode karate.

Chōjun Miyagi adalah seorang yang sangat lembut dan dikatakan bahwa ia adalah orang yang sangat rendah hati. Ia hidup sesuai dengan prinsip-prinsip seni bela diri, yaitu tanpa kekerasan.
Chōjun Miyagi meninggal di Okinawa pada tanggal 8 Oktober 1953 akibat serangan jantung 

nama Chōjun Miyagi dijadikan sebagai referensi untuk nama karakter dalam film seri The Karate Kid yang dibintangi aktor alm. Pat Morita, "Mr Miyagi".
Quote:
So Doshin




So Doshin memberikan pelatihan Khusus kepada Sonny Chiba, dalam persiapan pembuatan Film Shorinji Kempo tahun 1976

3 comments:

Legenda beladiri ternyata bukan cuma di film, tapi memang benar2 nyata. Mereka merupakan orang-orang dengan kelebihan dan kejeniusan untuk mengembangkan sistem ilmu beladiri. Tidak hanya itu, sistem yang mereka improvisasi bukan sekedar didapat dari literatur atau belajar, melainkan pengalaman konfrontasi fisik langsung.

Referensi yang bagus:-)

Bagus gan, makasih atas info yg berharganya ya.

Ada dengar berita, katanya org bisa terbang,, mana mgkn itu,, kurang percaya saya,, Coba kunjungi situs Ane
Agen Bola
Agen Casino
Agen Togel
Bandar Bola
Taruhan Bola

Post a Comment

Locations of Site Visitors

My Blog List